Konferensi Tingkat Menteri WTO Deadlock

IMG_1887

Hingga sore tadi Konferensi Tingkat Menteri ke 9 WTO masih belum mencapai kesepakatan, pengumuman hasil konferensi yang semestinya diumumkan siang tadi dan ditutup pada sore hari masih belum disampaikan oleh WTO. KTM yang bertempat di Bali Convention Centre Nusa Dua ini masih belum juga menemukan titik temu.

Lamanya negosiasi ini karena sikap keras India yang tetap bertahan dengan proposalnya yang mewakili kepentingan Negara-negara berkembang bertentangan dengan Negara Amerika. Salah satu yang membuat perundingan buntu adalah sikap India yang meminta waktu tak terbatas untuk pemberlakukan penambahan subsidi pertanian Negara berkembang dari 10% menjadi 15% dari nilai produksi. India juga meminta revisi acuan harga yang tidak lagi menggunakan harga di Putaran Uruguay tahun 1986-1988 namun menggunakan harga terbaru.

Sikap India ini tentu saja dapat dipahami mengingat sebagai besar dari penduduk mereka adalah petani dan sikap India ini untuk mempertahankan kedaulatan pangan masyarakatnya. Kekerasan sikap India ini kemudian didukung oleh Negara-negara Filipina, Amerika Selatan dan Afrika dengan meninggalkan ruang konferensi pada saat perundingan berlangsung.

Draft Paket Bali memang telah dikeluarkan di mana sebagian besar isinya mengacu kepada keinginan Negara maju. Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan keadaan dan situasi Negara-negara berkembang. Bagaimana mungkin menyamakan aturan perdagangan untuk semua Negara sementara keadaan dan situasinya sangat timpang. Konferensi di Bali ini memang sepertinya adalah kesempatan satu-satunya bagi WTO untuk bisa mencapai kesempatan seperti yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal WTO, Roberto Azevedo bahwa “Paket Bali ini adalah saatnya dan semuanya. Kita harus mengikatnya sekali ini dan untuk semuanya.”

KTM WTO ke 9 ini memang suatu perundingan yang sangat alot dan diwarnai berbagai aksi protes dari berbagai elemen masyarakat baik buruh, petani, mahasiswa, aktivis-aktivis social, advokat dan lain-lain yang sangat menentang semua kebijakan WTO yang menyengsarakan masyarakat di dunia. Berbagai aksi bermunculan bahkan di dalam gedung Konferensi sendiri sejak kemarin 5 Desember 2013 dan kembali hari ini pun aksi protes mewarnai perundingan ini baik di dalam maupun di luar gedung Konferensi serta di depan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat untuk menyatakan perlawanannya terhadap WTO. Semua aksi protes ini menuntut agar WTO dibubarkan.

Bali, 6 Desember 2013

No comments