Long March Aksi Protes ke Konsulat Jenderal Amerika



Setelah pembahasan draft Deklarasi di GOR Ngurah Rai semua peserta dari berbagai organisasi nasional dan internasional People Global Camp diminta untuk mempersiapkan diri dan berkumpul ditengah lapangan untuk bersama-sama menggunakan kendaraan menuju lapangan Ronen. Selama perjalanan dari GOR Ngurah Rai ke Lapangan Renon mereka dikawal oleh anggota kepolisian.

Di lapangan Renon semua peserta berkumpul dan membentuk barisan untuk melakukan Long March menuju Konsulat Jenderal Amerika. Semua bersiap dengan memegang atributnya masing-masing untuk melakukan aksi damai di depan Konsulat Jenderal Amerika untuk menyatakan sikap terhadap WTO. Selama long march semua peserta meneriakkan kata-kata “Junk.. junk WTO” meneriakkan kemuakkannya terhadap WTO dan menginginkan agar WTO dibubarkan. Sinar matahari yang terik di Bali tidak menyurutkan semangat mereka untuk melakukan aksi ini.

Setibanya di depan Konsulat Jenderal Amerika semua peserta diminta untuk duduk oleh komando aksinya. Disini semua partisipan akan mendengarkan orasi-orasi politik dari setiap organisasi melalui perwakilan-perwakilannya untuk menyatakan sikapnya. Sebelum dimulai orasi-orasinya semua peserta diminta berdiri kembali untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian orasi dimulai dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) mereka menegaskan bahwa WTO ini sangat merugikan anak-anak muda, kebijakannya membuat biaya sekolah mahal sehingga banyak yang tidak dapat mengenyam pendidikan yang layak. Perwakilan dari FMN ini juga mengecam Amerika Serikat sebagai Negara imperialis dan musuh bagi seluruh rakyat dunia. Selanjutnya diwakili oleh Seruni untuk menyuarakan kepentingan perempuan karena akibat dari WTO ini hak sebagai perempuan kebebasannya terampas.

Organisasi Buruh Migrant menyuarakan bahwa jutaan masyarakat terpaksa menjadi pekerja di luar negeri untuk mencari pekerjaan dan dijadikan komoditas yang dijadikan devisa Negara yang uangnya dikorupsi oleh pejabat-pejabat pemerintah yang tidak bertanggungjawab. Perwakilan dari ILPS juga melakukan orasinya dengan berteriak “US Imperialis, number one imperialis”. Teman-teman dari Gabriela Filipina juga menyuarakan suaranya dan menceritakan bagaimana situasi di Filipina sama dengan Indonesia yang telah dirugikan oleh WTO.

Selain orasi-orasi politik yang disampaikan oleh perwakilan dari setiap organisasi, dalam aksi damai ini pun semua menyanyikan lagu-lagu pergerakkan. Aksi damai ini ditutup oleh Ahmad SH, Koordinator Nasional Indonesia People Alliance yang mengatakan bahwa hari ini tanggal 6 Desember 2013, Indonesia telah mengukuhkan diri sebagai juru bicara Amerika Serikat di Konferensi WTO ini.

Ahmad juga mengabarkan bahwa negosiasi di Nusa Dua menemui jalan bantu, Indonesia menunjukkan kekerasannya dan kepala batunya disaat Negara-negara dari India, Filipina, Amerika Latin dan Afrika meninggalkan konferensi dan tidak mau bernegosiasi. Ini adalah langkah-langkah masyarakat sipil demi melawan WTO yang merugikan. Sesekali Ahmad meneriakkan untuk membubarkan WTO!

No comments