Peluncuran Buku “WTO dan Perdagangan Abad 21”

wto

Salah satu kegiatan tematik dalam People Global Camp kali ini adalah Peluncuran Buku “WTO dan Perdagangan Abad 21” yang ditulis oleh Bonnie Setiawan dari salah satu organisasi yang berpartisipasi dalam kegiatan melawan WTO ini yaitu Resistance and Alternatives to Globalization (RAG) dan Institut Keadilan Global (IKG).

Buku yang berjudul “WTO dan Perdagangan Abad 21” ini merupakan pengantar atas isu-isu di seputar WTO, dampak serta munculnya sistem perdagangan baru abad 21. Perdagangan pada saat ini tidak bisa dilepaskan dari rezim produksi global, yang sudah dan akan terus mengalami perubahan. Karena itulah kini para analis menyatakan adanya perdagangan abad 21 yang jauh berbeda dengan perdagangan abad 20 atau perdagangan barang-barang yang selama ini kita kenal. Para analis menyebutnya sebagai perdagangan tugas-tugas (trade of tasks).

Ini karena Negara-negara tidak lagi berdagang jadi (finished goods), tapi berbagi tugas dalam membuat barang-barang, yang melibatkan jasa, investasi dan perdagangan sekaligus. Karena itulah rezim perdagangan internasional sedang mengalami perubahan besar dan hal tersebut yang tercermin di dalam dinamika WTO. Ini adalah tahan mutakhir kapitalisme global.

Gerakan social nampaknya banyak yang beum menyadari sistem jaringan produksi global saat ini, termasuk implikasinya pada berkembangnya perdagangan global. Mereka masih mengkritik perdagangan abad ke 20 yang sudah ditinggalkan oleh para korporat. Kurangnya pemahaman atas situasi baru ini tidak hanya akan mengakibatkan ketidakmampuan dalam membuat suatu agenda gerakan yang tepat, melainkan justru dapat mendorong perubahan yang menguntungkan para korporat yang dilawannya.

Buku yang diluncurkan ini dapat menjadi pemandu awal untuk membaca perubahan-perubahan tersebut yang tak lain adalah tahap mutakhir dari kapitalisme global. WTO sebagai bagian dari trio neo-liberal bersama-sama IMF dan Bank Dunia adalah musuh rakyat dan bangsa di dunia. Pandangan dan tindakan lembaga-lembaga ini sudah sejak lama dikritik dan dilawan, akan tetap mereka adalah bagian dari penguasa dunia yaitu kaum korporat globalis yang berusaha tetap mempertahankan dominasi mereka atas segala kekayaan dan sumber-sumber alam dunia. Mereka adalah kelompok 1% yang menjajah 99% mayoritas warga dunia dan bumi ini. Di dalam buku ini hendak menyumbang perlawanan terhadap kelompok minoritas penguasa 1% yang tidak bisa ditolerir lagi karena jutaan korban terus berjatuhan setiap harinya di seluruh dunia. Terutama Indonesia yang kaya raya sumber alamnya dan yang dikuasai oleh penguasa yang bebal dan korup, menjadi sasaran empuk mereka.

No comments