Pembahasan Deklarasi Bali

Setelah berbagai kegiatan dari tanggal 3 – 5 Desember 2013 di GOR Ngurah Rai, Bali, terutama dari Sidang Pleno Rakyat Sedunia dan kegiatan-kegiatan setiap sektoral pada hari ini dikumpulkan menjadi satu. Semua laporan pleno pada kegiatan sektoral di hari kedua yang telah dipresentasikan pada hari kedua khususnya rekomendasi dan resolusi dikonsolisasikan untuk menjadi sebuah deklarasi atau pernyataan yang nantinya akan disebut dengan Deklarasi Bali.

Panitia Indonesian People’s Alliance sendiri telah melakukan pembahasan semalaman untuk merangkumnya dalam sebuah draft pernyataan. Selama kegiatan ini draft pernyataan atau deklarasi ini dibahas per paragraf untuk mendapatkan persetujuan dari forum. Deklarasi ini akan menjadi pernyataan sikap dari semua partisipan yang berpartisipasi dalam kegiatan People Global Camp terhadap World Trade Organization (WTO). Pernyataan sikap yang akan dibacakan dalam deklarasi ini kemudian adalah pernyataan dari berbagai pengalaman perjuangan berbagai Negara di Australia, Bangladesh, Kamboja, Fiji, Jerman, Hongkong, India, Indonnesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Norwegia, Nepal, Pakistan, Filipina, Slowakia, Sri Lanka, Swedia, Swiss, Taiwan, Thailand, Timor Leste, Vietnam dan Amerika Serikat.

Pembahasan paragraf per paragraf draft Deklarasi ini terjadi cukup alot karena dirangkai dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Inggris yang masing-masing bahasa memiliki tata bahasanya sendiri. Panitia berusaha untuk memfasilitasi semua aspirasi para partisipan agar apa yang tertera dalam Deklarasi nanti adalah memang sikap satu suara dari semua partisipan yang hadir dalam kegiatan People Global Camp ini dalam melawan WTO.

Pada intinya Deklarasi Bali ini menyatakan sikap semua partisipan yang hadir bahwa mereka telah muak pada kebijakan-kebijakan jahat dan solusi palsu dari WTO yang telah mengakibatkan kesengsaraan pada masyarakat di Negara-negara berkembang dengan adanya krisis multidemensi yang sebenarnya diciptakan oleh Negara-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Australia. Mereka menuntut perdagangan dan pembangunan untuk rakyat dan bumi bukan untuk keuntungan pengusaha atau segelintir orang saja. Mereka menginginkan pembangunan yang berkeadilan untuk semua sekarang.

Dalam pembahasan draft Deklarasi ini sempat pula diputarkan video pidato dari Ketua International League of People’s Struggle (ILPS) yaitu Prof. Jose Maria yang menyatakan penghargaan atas keberhasilan diadakannya kegiatan People Global Camp dan penjelasannnya bagaimana WTO begitu merugikan semua elemen masyarakat yang ada di seluruh dunia terutama masyarakat di Negara-negara miskin.

Bali, 6 Desember 2013, People Global Camp

No comments