Ketika Sesama Pasien Hepatitis C Saling Bantu Melawan Penyakitnya

Aksi Demo Pasien Bersatu

Pasien bersatu, tak bisa dikalahkan!


Kesulitan mengakses obat-obatan hepatitis C membuat Koalisi Obat Murah membentuk “Indonesia Buyers Club” (IBC) yang terinspirasi dari film Dallas Buyers Club.

“Tujuannya agar kelompok pasien hepatitis C bisa saling bahu-membahu membantu pasien lainnya guna mendapatkan obat hepatitis C dengan lebih mudah dan murah,”



Dalam waktu empat minggu, obat sofosbuvir membuat virus hepatitis C sudah tidak terdeteksi di dalam tubuh mereka. Sayangnya, obat sofosbuvir versi paten dijual dengan harga Rp14 juta per butir pil, dan pasien harus merogoh kocek sekitar Rp1,1 miliar saat melakukan terapi selama tiga bulan.

Namun di India, obat tersebut hanya dijual seharga Rp95 ribu per butir. Maka saat terapi selama tiga bulan, pasien cukup merogoh kocek sekira Rp8,1 juta saja.


Pemerintah Indonesia pun terlihat lambat dalam menyikapi aspirasi dari pasien Hepatitis C ini sehingga sampai saat ini baru obat jenis Sofosbuvir yang tersedia di satu rumah sakit di Jakarta. Sementara obat jenis Ledipasvir dan Daclastavir belum tersedia dan pasien di daerah juga masih kesulitan mengakses obat yang sudah tersedia ini.

Lima bulan lalu, IAC bersama rekan-rekan dari Koalisi Obat Murah (KOM) mengadakan aksi untuk meminta ketersediaan obat Hepatitis C, Sofosbuvir di Indonesia kepada Badan POM dan Kementerian Kesehatan.


Sejak berjalan empat bulan yang lalu, sudah ada 42 pasien hepatitis C yang menitip pembelian obat melalui IBC, yang mengimpor langsung dari India. Mayoritas pasien ketika melakukan tes pascapengobatan mendapati bahwa tingkat hepatitis C di tubuhnya dalam level tidak terdeteksi, setelah empat minggu mengkonsumsi obat dari India.


Terinspirasi dari film Dallas Buyers Club, Indonesia Buyers Club (IBC) adalah sebuah inisiatif terbaru dari Koalisi Obat Murah guna mengisi gaps dari tidak adanya/langkanya obat Hepatitis C di Indonesia. Obat versi terbaru tersebut sangat dibutuhkan oleh banyak penduduk Indonesia.


Obat paling mutakhir untuk hepatitis kronis yakni sofosbuvir masih belum terjangkau harganya. Versi generik yang sedikit lebih murah pun selama ini masih harus 'diselundupkan' dari India.

Melalui jalur khusus, rupanya RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil mendatangkan sofosbuvir versi generik. Jika satu rangkaian terapi dengan sofosbuvir versi paten bisa mencapai Rp 800 juta, dengan versi generik biayanya cukup Rp 15-16 juta.


Saat ini di Indonesia obat Sofosbuvir versi paten dijual dengan harga Rp14 juta per butir pil. Harga ini jauh lebih mahal dari beberapa negara lain seperti di India.

"Obat Sofosbuvir dijual di India dalam versi generik dengan harga Rp95 ribu per butir pil sehingga total biaya yang dibutuhkan untuk satu kali terapi penuh akan jauh lebih murah,"


Diperkirakan, ada sekitar 1% atau sekitar 2,5 juta penduduk Indonesia terinfeksi Hepatitis C ini. Setiap tahunya, lebih dari 10 ribu pengidap Hepatitis C meninggal dikarenakan sulitnya mengkases pengobatan.

No comments