Surat Terbuka Kepada Ibu Menteri Kesehatan di Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli 2016

Surat Terbuka Kepada Menkes di Hari Hepatitis Sedunia 2016

Jakarta, 28 Juli 2016

Tanggal 28 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia sejak ditetapkan di World Health Assembly pada tahun 2010 silam. Di hari ini, Koalisi Obat Murah (KOM) mengirimkan surat agar Menteri Kesehatan memasukan obat bagi Hepatitis C jenis terbaru yaitu Sofosbuvir yang baru saja mendapatkan ijin edar dari BPOM pada tanggal 1 Juli 2016 lalu ke dalam skema pertanggungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hepatitis C adalah penyakit yang dapat menyerang siapa pun tanpa melihat latar belakang orang tersebut karena sangat mudah menular melalui kontak darah secara langsung. Penyakit ini dapat berkembang menjadi kanker hati yang sulit diobati. Di Indonesia, terdapat 3 juta pengidap Hepatitis C dan setiap tahunnya menyebabkan kematian hingga 15.000 jiwa.

Namun, Hepatitis dapat disembuhkan dan kini terdapat obat Hepatitis C jenis DAA seperti Sofosbuvir, Sofosbuvir/Ledipasvir dan Daclatasvir yang tingkat kesembuhannya bisa mencapai hingga 99%. Di bulan Desember tahun 2015 lalu, Rumah Sakit Ciptomangunkusomo bekerja sama dengan Kimia Farma berhasil mengimpor obat Sofosbuvir generik dari India melalui Special Access Scheme (SAS) untuk dapat diakses oleh pasien Hepatitis C. Namun dengan jumlah pengidap Hepatitis C di Indonesia yang diperkirakan ada tiga juta orang tentunya akses terhadap obat Sofosbuvir masih sangat terbatas dan tingkat kematian akan tetap tinggi bagi pengidap Hepatitis C.

Setahun lalu, di hari ini, Koalisi Obat Murah (KOM) bersama dengan kelompok pasien Hepatitis C melakukan aksi damai meminta BPOM untuk melakukan percepatan registrasi obat Sofosbuvir dan meminta Kementerian Kesehatan untuk memasukan Sofosbuvir dalam Formularium Nasional (FORNAS) agar dapat di tanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional. Di dalam aksi tersebut, Ayu Oktariani, salah satu pengidap Hepatitis C yang tergabung dalam KOM menyampaikan dukungan masyarakat melalui petisi di laman www.Change.org/ObatHepC yang saat itu mendapatkan dukungan lebih dari 3300 tanda tangan kepada Kementerian Kesehatan. Salah satu persoalan saat itu Sofosbuvir belum dapat ditanggung oleh JKN karena belum mendapatkan ijin edar dari BPOM, maka dengan mendapatkan ijin edarnya hal ini berarti Sofosbuvir dapat masuk di FORNAS.

Dalam surat yang disampaikan kepada Ibu Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, KOM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dengan diberikannya ijin edar Sofosbuvir generik oleh BPOM dengan nomor ijin edar DKI1640400317A1. Pemberian ijin edar Sofosbuvir generik ini merupakan pembelajaran terbaik bagi Indonesia untuk membuka akses pada ketersediaan obat yang terjangkau dan berkualitas. Karena seperti yang diketahui bahwa Sofosbuvir memiliki efek samping yang sangat sedikit dibandingkan obat sebelumnya Pegylated Interferon dan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.

KOM pun berharap proses registrasi tidak hanya berhenti pada obat Sofosbuvir, namun obat-obat Hepatitis C lainnya seperti Sofosbuvir/Ledipasvir, Daclatasvir dan bahkan obat-obat Hepatitis C generasi terbaru ke depannya. Kemudian sesegera mungkin Kementerian Kesehatan akan sekali lagi bergerak cepat agar obat ini masuk Formularium Nasional dan akhirnya bisa di tanggung oleh JKN. Dengan di tanggung oleh JKN maka tiga juta pengidap Hepatitis C ini akan dapat mengakses obat ini, sehingga mencapai cita-cita nasional untuk Indonesia sehat di masa depan tentunya bukan hanya mimpi semata.

Dorongan yang dilakukan oleh KOM adalah sebagai bagian dari peran serta masyarakat dan suara kelompok pasien dapat semoga  menjadi pembelajaran terbaik baik pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan akses obat yang terjangkau bagi semua penyakit.

Selamat Hari Hepatitis Sedunia Indonesia!

Untuk informasi lebih lanjut: 1) Aditya Wardhana, +62 811 9939399 / awardhana@iac.or.id dan 2) Sindi Putri +6282121290025 / sindi@iac.or.id

Koalisi Obat Murah (KOM) adalah gabungan kelompok pasien, organisasi masyarakat sipil dan individu yang menyerukan terhadap akses obat murah. KOM terdiri dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Stigma, JAPI, Karisma, Rumah Cemara, PKNI, Hukum Online, IGJ, ELSAM, Suara Kita, Positive Hope, Gempita, Kuldesak, MMC, Fokus Muda, IPPI, NPOS3, Proklamasi, Kader Muda DKI, Demokrasi Jakarta, IBAZA, Change.org, Gema, FPR, Pita Kuning, Koalisi Pencandu Indonesia, Yayasan Orbit dan Indonesia AIDS Coalition (IAC) serta kelompok pasien Kanker, Lupus, Hipertensi Paru, Diabetes, Bipolar. 

Sekretariat KOM : Jalan Tebet Timur Dalam XD No. 3 (A.n Indonesia AIDS Coalition).

No comments